Baturaja | BuserKriminal: Publik di kabupaten Ogan Komering Ulu di kejutkan dengan beredarnya isu mengenai rencana penghentian totol program makam bergizi gratis (MBG) di tingkat kabupaten.
Informasi yang beredar di jejaring digital dan pesan sosial setempat menyebutnyakan bahwa mulai senin besok, seluruh penyaluran makanan bergizi di wilayah OKU akan di setop sementara waktu hingga batas waktu yang tidak di tentukan.
Isu pemogokan masal ini mencuat ke permukaan pada minggu (7/6/2026), memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat dan jaring pemasok komoditas lokal.
Berdasarkan selentingan kabar yang menggelinting di jejaring lokal, ancaman mandaknya dapur produksi tersebut diklaim terjadi akibat belum turunnya anggaran operasional dari pemerintah pusat, sebagai imbasnya tradisi struktural pasca - kasus hukum yang menyeret eks pimpinan Badan Gizii Nasional (BGN) di Jakarta.
Kabar mengenai rencana mogok masak mulai senin besok tentu menciptakan urgansi tinggi, mengingat menyangkut hak konsumsi pemenuhan gizi ribuan anak di OKU. jika isu lokal ini benar benar terjadi, maka hari pertama sekolah di awal pekan akan langsung di warnai lumpuhnya distribusi logistik pangan nasional tersebut.
Menyikapi derasnya riak informasi di daerah ini yang menjadi isu nasional ini, badan gizi Nasional (BGN) bergerak taktis meluruskan situasi.
Melalui publikasih badan resmi pemerintah (@bakom.ri) otoritas Pusat langsung mengeluarkan batasan keras dan memastikan bahwa isu stop operasional tersebut samasekali tidak benar.
Kepala gizi Nasional Nanik D Dayang menegaskan bahwa dari hulu ke hilir tidak pernah ada instruksi resmi maupun kebijakan dari pemerintah pusat untuk menghentikan operasional dapur MBG di mana wilayah pun, termasuk OKU.
pusat memberi garansi bahwa sirkulasi anggaran operasional di pastikan tetap berjalan sesuai dengan mekanisme yang ada.
Kami menegaskan bahwa informasi yang menyebut BGN memerintahkan penghentian operasional dapur MBG adalah tidak benar. Tidak ada kebijakan maupun instruksi resmi dari BGN terkait penghentian operasional," tulis Nanik D Dayang dalam rilis resminya, Minggu.
Lewat keterangan tertulis tersebut, BGN mengimbau seluruh mitra pengelola satuan pelayanan program gizi (SPPG) hingga para pemasok komiditas lokal di OKU untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang sumbernya tidak dapat diverifikasi. Pusat meminta seluruh eksekutor di daerah tetap mengacu pada jalur komunikasi resmi kelembagaan.
Dengan adanya klarifikasi dan jaminan langsung dari kepala BGN ini. Klaim mengenai kemacetan akibat dinamika di Jakarta otomatis terbantahkan.
Jaminan resmi dari negara ini menjadi dasar bahwa pada hari Senin besok, seluruh dapur produksi makan bergizi Gratis di kabupaten OKU harus tetap mengepul dan melayani anak anak sekolah tanpa alasan pemogokan teknik.
(rel/adk)
